Library Lovers

Cara pakai P2P di Slims

Mengenal Modul Bibliografi Slims (Dapurnya Data Buku)

Ada kutipan keren dari Augustine Birrell di halaman ini: "Libraries are not made; they grow". Nah, biar perpustakaanmu bisa "tumbuh" dengan rapi, kamu perlu menguasai Modul Bibliografi. Di sinilah tempat kamu menginput, mengedit, dan mengatur semua koleksi buku.

Menu Utama yang Wajib Kamu Tahu:

Di dalam modul ini, ada 4 menu dasar yang bakal sering banget kamu pakai:

  1. Bibliographic List (Daftar Buku): Ini adalah "etalase" belakang layar. Isinya semua daftar judul buku yang sudah kamu masukkan ke sistem. Kamu bisa cari, edit, atau hapus data buku di sini.

  2. Add New Bibliography (Tambah Buku Baru): Menu buat kamu yang mau memasukkan koleksi baru. Di sini kamu isi judul, nama pengarang, penerbit, sampai sinopsis bukunya.

  3. Item List (Daftar Eksemplar): Bedakan antara "Judul" dan "Buku Fisik". Kalau satu judul buku punya 5 fisik buku (eksemplar), nah di menu inilah kamu memantau kode barcode masing-masing buku tersebut.

  4. Checkout Items (Daftar Buku Keluar): Menu ringkas buat mengintip daftar koleksi atau eksemplar apa saja yang statusnya lagi nggak ada di rak (lagi dipinjam atau keluar). 

Kenalan Sama Fitur Kece di SLiMS

SLiMS itu paket lengkap buat perpustakaan. Bukan cuma buat simpan data buku, tapi fiturnya emang didesain buat memudahkan hidup pustakawan dan pemustaka. Yuk, intip isinya:

1. Cari Buku Jadi Gampang (OPAC)

  • Katalog Online (OPAC): Pengunjung bisa cari buku lewat internet. Serunya lagi, sampul bukunya muncul otomatis (on-the-fly), jadi katalognya nggak cuma tulisan doang, tapi visual dan cantik.

  • Dua Mode Pencarian: Bisa cari yang simpel-simpel aja (Simple Search) atau kalau mau spesifik banget bisa pakai fitur pencarian tingkat lanjut (Advanced Search).

2. Manajemen Data yang Sat-Set

  • Detail Record (XML): Data buku tersedia dalam format XML. Ini penting banget biar data perpustakaanmu bisa "ngobrol" atau terintegrasi dengan layanan web lainnya.

  • Bibliografi Anti-Ribet: Ngelola data buku jadi super efisien dan nggak bakal ada data ganda (redundansi) yang bikin pusing.

  • Master File Teratur: Semua data referensi kayak jenis koleksi (GMD), penerbit, pengarang, sampai lokasi rak, semuanya rapi di satu tempat.

3. Urusan Pinjam-Meminjam (Sirkulasi)

Fitur ini adalah jantungnya perpustakaan, isinya:

  • Transaksi pinjam dan balikkan buku yang kilat.

  • Bisa titip pesan atau pesan buku duluan (reservasi).

  • Aturan main pinjam buku yang fleksibel (bisa diatur sesuai kebijakanmu).

  • Sistem otomatis buat pantau siapa yang telat dan berapa dendanya.

4. Fitur Tambahan yang Nggak Kalah Penting

  • Manajemen Anggota: Kelola data member perpustakaan dengan rapi.

  • Inventarisasi (Stock Taking): Cek stok buku (opname) jadi lebih sistematis.

  • Laporan & Statistik: Butuh laporan bulanan? Tinggal klik, data dan grafik langsung muncul.

  • Koleksi Multimedia & Berkala: Nggak cuma buku cetak, SLiMS juga jago ngelola jurnal, majalah, bahkan file audio-video dan dokumen digital lainnya.

  • Multi-Bahasa: SLiMS mendukung banyak bahasa pengantar, jadi lebih inklusif.

5. Koneksi & Pengunjung

  • Union Catalog Service: Bisa gabungin katalog dengan perpustakaan lain.

  • Penghitung Pengunjung: Ada fitur visitor counter buat tahu seberapa ramai perpustakaanmu setiap hari.

  • Member Area: Anggota punya akun sendiri buat cek buku apa saja yang lagi mereka pinjam.

6. Di Balik Layar (Modul Sistem)

Buat kamu yang jadi admin, ada kendali penuh buat:

  • Atur konfigurasi global dan manajemen modul.

  • Kelola siapa saja yang boleh akses sistem (User Management).

  • Atur kalender hari libur perpustakaan.

  • Bikin Barcode otomatis (nggak perlu bikin manual satu-satu!).

  • Backup Data: Fitur pengaman supaya data perpustakaan tetap aman kalau terjadi hal yang nggak diinginkan.

Cara Stock Opname di Slims

Hukum membuat Polisi Tidur

Membuat polisi tidur sembarangan tanpa izin melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan potensi pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda hingga Rp24 juta. Pemasangan harus memenuhi standar PM Perhubungan No. 82 Tahun 2018 (tinggi 8-15 cm, lebar 30-90 cm) agar tidak membahayakan.
 
Aturan Penting Polisi Tidur:
  • Larangan: Setiap orang dilarang memasang alat pembatas kecepatan yang mengganggu fungsi jalan dan keselamatan berlalu lintas (Pasal 274 ayat 1 UU LLAJ).
  • Izin: Pembuatan wajib seizin instansi berwenang (Dishub/Kepala Daerah).
  • Spesifikasi: Harus memiliki penampang melintang, kelandaian, dan cat warna (kuning/putih) yang sesuai aturan. 
Polisi tidur yang dibuat swadaya dan membahayakan dapat dibongkar oleh pihak berwajib

Cara Cek NPP

Cara cek Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di website Perpusnas dapat dilakukan melalui portal data.perpusnas.go.id dengan memilih menu "Direktori" dan mencari berdasarkan wilayah. NPP dapat ditemukan pada direktori tersebut, sementara untuk mengunduh sertifikat resmi, Anda perlu login pada dashboard.

Berikut adalah langkah-langkah detail untuk mengecek NPP:

  1. Akses Website: Buka situs data.perpusnas.go.id.
  2. Pilih Menu Direktori: Pilih menu "Direktori" di bagian atas halaman.
  3. Pilih Jenis Perpustakaan: Pilih jenis perpustakaan yang dicari (misalnya: Sekolah, Umum, Perguruan Tinggi, atau Khusus).
  4. Cari Berdasarkan Wilayah: Pilih Provinsi, Kota/Kabupaten, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa sesuai lokasi perpustakaan Anda.
  5. Temukan Data: Temukan nama perpustakaan Anda pada daftar yang muncul untuk melihat NPP.
  6. Cek/Unduh Sertifikat: Jika sudah memiliki akun, login di menu "Masuk" untuk mengunduh sertifikat NPP di dashboard

 

Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan

Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dilakukan melalui situs
data.perpusnas.go.id dengan langkah-langkah: registrasi akun, pengisian data profil perpustakaan, unggah SK Pendirian, dan verifikasi oleh admin. Pastikan perpustakaan belum terdaftar di direktori, lengkapi data, dan tunggu notifikasi aktivasi melalui email

Langkah-langkah Mendapatkan NPP di Perpusnas:
  1. Cek Direktori: Buka data.perpusnas.go.id, klik menu Direktori, lalu cari nama perpustakaan untuk memastikan belum terdaftar.
  2. Registrasi Akun: Klik Register di pojok kanan atas, isi data diri (nama, email, no telepon, kata sandi).
  3. Hubungkan Perpustakaan: Pilih opsi untuk menghubungkan akun dengan perpustakaan, lalu isi profil lengkap (nama perpustakaan, jenis, alamat, data penanggung jawab).
  4. Verifikasi: Cek email konfirmasi, lalu klik link yang dikirimkan untuk mengaktifkan akun.Setelah aktif akunnya, silahkan tunggu verifikasi dari pihak perpusnas, jika sudah ada pemberitahuan dari perpusnas melalui email, bahwa pendaftaran telah terverifikasi, silahkan klik tombol ajukan NPP yang berwarna biru, namun jika pendaftaran ditolak, perbaiki data, mungkin ada yang keliru
  5. Ajukan NPP: Setelah login, pilih menu Ajukan NPP pada dashboard dan lengkapi formulir pendaftaran NPP.pada bagian SK pendirian maupun lembaga, cukup diisikan nomor suratnya saja.